Ketua Prodi Perbandingan Mazhab UIN Sumut Hadiri Rapat Kerja dan Seminar Nasional ADPMH

Ketua Program Studi Perbandingan Mazhab Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Dra. Amal Hayati, M.Hum., turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja dan Seminar Nasional Asosiasi Dosen Perbandingan Mazhab dan Hukum se-Indonesia (ADPMH) yang berlangsung pada 1–3 Desember 2025. Kegiatan berskala nasional ini menjadi forum strategis bagi para dosen dan pengelola Program Studi Perbandingan Mazhab dan Hukum (PM/PMH) dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia untuk mengevaluasi arah pengembangan keilmuan serta merespons tantangan pendidikan hukum Islam di era digital.

Rapat kerja ADPMH dilaksanakan di Hotel Nemuru, Ciputat, selama tiga hari. Dalam forum tersebut, sejumlah isu krusial dibahas, salah satunya penurunan minat pendaftar baru pada Program Studi Perbandingan Mazhab dan Hukum. Perubahan nomenklatur prodi dipandang turut memengaruhi persepsi publik terhadap identitas keilmuan PM/PMH. Sebagai Ketua Prodi Perbandingan Mazhab UIN Sumatera Utara Medan, Dra. Amal Hayati, M.Hum. mengikuti secara aktif pembahasan strategis yang menekankan pentingnya penguatan identitas keilmuan, peningkatan kualitas akademik, serta optimalisasi promosi program studi agar tetap relevan dan diminati oleh calon mahasiswa.

Dalam rapat kerja tersebut, Prof. Dr. Muhammad Maksum, S.H., M.A., M.D.C. menegaskan bahwa Program Studi Perbandingan Mazhab idealnya tetap dipertahankan sebagai Perbandingan Mazhab (PM). Menurutnya, perubahan menjadi PMH berpotensi mengurangi fokus pendalaman ilmu syariah dan mendorong integrasi yang terlalu kuat dengan disiplin hukum positif.

Selain rapat kerja, Dra. Amal Hayati, M.Hum. juga menghadiri Seminar Nasional yang diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Seminar ini menghadirkan Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag. sebagai narasumber utama dengan materi “Digital Transformation in Islamic Legal Education: Challenges and Adaptations for Indonesian Islamic Higher Education.”. Materi tersebut menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pendidikan hukum Islam, sekaligus tantangan adaptasi yang harus dihadapi oleh perguruan tinggi Islam.

Sementara itu, narasumber lainnya, Ahmad Dimyati, M.Pd., CHT., C.Ps., C.T., menekankan urgensi penerapan strategi pembelajaran interaktif guna mengatasi distraksi digital di kalangan mahasiswa. Melalui keikutsertaan dalam rapat kerja dan seminar nasional ini, UIN Sumatera Utara Medan, melalui Ketua Prodi Perbandingan Mazhab, Dra. Amal Hayati, M.Hum., menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan kualitas pendidikan hukum Islam, peningkatan kapasitas dosen, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta menjaga kekhasan tradisi keilmuan syariah di lingkungan perguruan tinggi Islam.

Melalui rangkaian rapat kerja dan seminar nasional ini, Prodi PMH Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta bersama ADPMH menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat daya tarik program studi, meningkatkan kapasitas dosen, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta menjaga kekhasan tradisi keilmuan syariah sebagai fondasi utama pendidikan hukum Islam.